Rabu, 08 Juni 2016

Contoh Puisi Naratif




Jelang Senja

Saat Mentari terbit di ufuk timur
Perlahan terbuka kedua Matamu
Aneh, nampak jelas kau lihat tubuhmu sendiri terbujur
Tanya kau pada seorang, mengapa? Apa yang terjadi padaku?

Sedikitpun ia tak mendengar tanyamu
Tak ada “Galak di hulu tanda akan hujan”
Dapatlah seketika orang-orang mengerubungimu,
Menangisimu dan kian merasa kehilangan

Jelang Senja, Engkau dimanja
Dimandikan oleh sanak saudara
Tak ada harta dan pakaian yang untukmu mereka kenakan
Di hias. Dan hanyalah dengan lembaran kain putih untuk kau kenakan

Jelang Senja, kalanya engkau tersadar
Banyak orang berduyun sajikan engkau 4 takbir
Upacara pelepasan mereka laksanakan, dengan kranda yang bukan kamar
Kau tinggalkan harta, tahta dan sanak saudara untuk takdir

Tak mampu kau berjalan, hanya pasrah dengan terkapar
Kau di usung, di antar, di turunkan ke liang lahat
Terbaringlah kau dengan kepalan tanah bak bantal tanpa tikar
Adzan, Iqamah di telingamu dengan wajah di arah kiblat

Jelang Senja, di tutuplah lahat dengan kayu
Di timbun dengan tanah dan di injak-injak oleh orang yang menyayangimu
Tetap tinggalah yang tinggal, walau raga harus hancur
Rasakan nikmat atau adzab kubur.


Karya : Asep Saefulloh Fattah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar